Onegai, Modotte Kudasai

Oleh: Martalia A.

 

Judul buku: Kudasai
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Mediakita
Deskripsi Fisik: 456 hlm. 19 cm.

“Pada akhirnya kau benar-benar hilang. Tepat di saat aku sedang butuh-butuhnya.  Salahku; menggantungkan bahagia pada seseorang yang pernah kukira akan selalu ada.”

Deep. Kutipan dari sebuah novel milik Brian Khrisna yang aku baca di wattpad sekitar satu tahun lalu dan berhasil membuatku takjub dengan diksinya yang quotable. Aku memutuskan untuk melanjutkan membaca beberapa chapter. Dan sialnya, mulai menikmati alur cerita dengan pembawaan narasinya yang dikemas dengan bahasa sederhana namun penuh makna dan diselingi lelucon absurd dari si tokoh utama laki-laki, Chaka. Chaka Ranchaka.

Pada chapter “I Belong to You” di mana chapter tersebut memberikan informasi bahwa novel Kudasai sudah terbit, yang artinya novel tersebut sudah dibukukan dan mau tidak mau aku harus membelinya karena penasaran dengan alur ceritanya yang selalu membuat hati berdebar setiap kali membaca bab demi babnya. Maaf, agak berlebihan tapi memang begitu. Selang beberapa waktu, aku menemukan buku Kudasai di salah satu perpustakaan umum di Yogyakarta. Buku dengan ketebalan 456 halaman, aku baca dalam waktu sehari.

Lantas, apa yang membuat novel ini begitu menarik? Alur cerita! Di sini penulis menyinggung topik feminisme dan anti-patriarki ke dalam ceritanya dengan alur yang cukup unik dan tidak mudah ditebak. Siapapun yang membacanya akan merasa seperti sedang menaiki wahana roller coaster, dibuat tertawa sampai terbahak-bahak, sesaat kemudian dalam waktu yang bersamaan dibuat menangis tersedu-sedu, emosi lalu terdiam sembari mencoba mencerna percakapan antar para tokoh. Penulis sangat lihai dalam mencampuradukkan perasaan pembacanya.

Novel karya Brian Khrisna ini mengisahkan seorang laki-laki bernama Chaka yang hanya memiliki dua keahlian, yakni memasak dan bernafas, harus terjebak dalam kontrak pernikahan bersama seorang alpha female bernama Twindy pemimpin sebuah firma arsitek terkemuka yang sangat mandiri, kaya raya, dan memiliki ego tinggi. Selama dua tahun pernikahan, Chaka yang bekerja mengelola café milik Twindy tidak pernah berani melawan Twindy yang cenderung lebih mendominasi. Chaka selalu mengalah dan lebih banyak mengurus urusan rumah tangga. Meskipun Chaka diperlakukan seperti berada di neraka, diam-diam Chaka mulai menyayangi Twindy sebagai istrinya yang menjadi tulang punggung dalam rumah tangga mereka.

Suatu hari, sosok masa lalu Chaka kembali hadir di kehidupannya. Anet, mantan kekasihnya yang ia tinggalkan begitu saja karena harus menikahi Twindy. Segala permasalahan antara Chaka dan Anet yang belum selesai menjadi titik awal konfilk dimulai. Sekelumit permasalah datang dan mengharuskan Chaka harus bertanggungjawab dengan pilihan rumit antara memilih istrinya, Twindy atau Anet, mantan kekasihnya.

“Kau tidak akan pernah mengerti tentang sakit hati, hingga suatu hari kau berdiri di depan seseorang yang begitu kau sayangi, lalu kau dipaksa untuk mau menerima sebuah kenyataan, bahwa kesempatan untuk kembali bersamanya itu tak lagi ada”

Penokohan yang kuat dan karakter yang khas dari setiap tokohnya adalah hal yang menarik dari novel ini. Karakter Chaka yang supel, ramah dan mudah bergaul membuat orang lain bahagia dengan tingkah konyolnya Namun,di saat mantan kekasihnya, Anet, hadir, sosok Chaka yang ceria dan humoris, hilang begitu saja, seperti kehilangan jati dirinya. Karakter Twindy yang dingin, galak, dan memiliki ego tinggi membuatnya tampak keras kepala. Bagi Twindy, sebagai alpha female, yang terpenting dalam hidupnya adalah seseorang yang selalu ada untuknya, bukan seseorang yang mempunyai segalanya. Karakter Anet, yang tampak baik, lugu, manis, selalu menerima kekurangan Chaka apa adanya, membuat hati pembaca bungkam tak bisa marah dengan kehadirannya sebagai penyebab retaknya hubungan rumah tangga Chaka dan Twindy.

Novel ini memiliki judul unik yang diadopsi dari bahasa Jepang, memiliki arti yang cukup mendalam, Kata ‘Kudasai’ bentuk verba bantu yang memiliki arti “Tolong, lakukan untuk saya”. Setelah selesai membaca novelnya, baru akan paham mengenai makna dari kata Kudasai dengan isi bukunya. Sekelumit permasalahan datang membuat para tokoh harus berhadapan dengan kehilangan, perpisahan, terluka dan kekecewaan. Dari tokoh Chaka, Twindy, dan Anet aku banyak belajar perihal kepedulian, meredam ego, kesederhanaan dan ketulusan dalam membangun sebuah hubungan. mencintai dengan sederhana. Pesan moral yang kutangkap dari penulis adalah mencintai itu bukan perihal siapa yang ‘paling’, tapi perihal siapa yang ‘saling’.

“Rumah tangga itu bukan sekadar soal siapa yang paling, tapi juga siapa yang saling.” – Chaka Ranchaka

Bagaimana, hati sudah tergerak dan tertarik untuk membacanya?

6 Comments

  1. wah, bisa 456 hal. kelar sehari
    sepertinya ceritanya menarik

    • Martalia Arimbi

      12 Juli 2021 at 7:36 am

      Bisa, kak. Silakan luangkan waktu untuk membaca novel Kudasai seperti menaiki wahana roller coaster seharian kak 😂

  2. Yusniarti nur ngaeni

    12 Juli 2021 at 7:02 am

    waw menarik. udah lama ga baca novel, w keenakan nonton drama mulu haha
    dilihat dari alurnya kayanya bakal plot twist deh ini novel. pinjemin bukunya

    • Martalia Arimbi

      12 Juli 2021 at 7:37 am

      apa kabar Fanfic yang sering kamu share ke aku. uda ga pernah baca? wkwk yee besok aku pinjemin bukunya, ke perpus yaa

  3. sepertinya ceritanya menarik,
    nama Chaka mengingatkan pada seseorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *