Monolog Hari Lahir

Oleh: Azki Khikmatiar

Pada hari ini, dua puluh enam tahun lalu
Aku dilahirkan tepat pukul duabelas siang
Kehidupan menyapaku dengan raguragu
Takdir dituliskan bersama doadoa panjang
Mengapa semua orang tertawa?
Padahal aku terus menangis!
Sial! Aku belum mengerti apapa kala itu!

Dua puluh enam kali sudah,
Aku berjalan sejauh kaki melangkah
bahkan seringkali tanpa arah;
Berkenalan dengan diantarakata
Bertemu sebuah jalan bahagia
Mengharmonikan muasal sesal
Menyatukan enigma rasa
Menikmati hiruk pikuk malam minggu
Menghitung hujan di kota
Diajak berziarah ingatan
Terjebak dalam labirin hampa
Dipaksa untuk hidup normal
Kembali ke kampung asing
Hingga memutuskan puasa berpuisi
Padahal aku menganggap segalanya
adalah akhir yang belum selesai
Dan aku masih mengingat semuanya!

Pada hari ini, dalam setiap tahunnya
Aku merenungi sisasisa usia
yang semakin mendekati alpa
Ternyata semakin dewasa, isi kepala semakin sesak dengan tanda tanya
Mimpi mana yang belum menjadi nyata?
Masalah apa yang belum selesai?
Mau menjalani hidup seperti apa?
Mau jadi apa atau mau jadi siapa?
Apalagi yang harus dikejar?
Apalagi yang harus dicari?
Apalagi yang harus dikorbankan?
Apalagi? Apalagi? Dan apalagi?
Lantas, mau sampai kapan?

Dua puluh enam tahun, aku telah belajar
banyak hal, tapi semakin banyak aku belajar
justru semakin banyak aku tak mengerti
Aku belajar mencintai banyak orang,
tapi orangorang yang kucintai justru membenciku pada akhirnya
Aku belajar membenci banyak orang,
tapi orangorang yang kubenci justru mencintaiku pada akhirnya
Aku belajar menjadi orang baik, tapi
orangorang menganggapku jahat
Aku belajar menjadi orang jahat, tapi
orangorang tak menganggapku baik
Dasar bedebah!
Mengapa semua ini membingungkan?

Hari ini, aku berdiri mengenang semuanya
Melihat pada masa yang telah lalu
dan aku belum menemukan sesuatu
yang bisa kubanggakan
Sebentar!
Memangnya manusia diharuskan untuk mempunyai sesuatu bernama kebanggaan?
Bagaimana jika satusatunya sesuatu yang bisa dibanggakan adalah ketidakbanggaan?
Ah, sudahlah! Lupakanlah!

Moga, 30 September 2021

1 Comment

  1. puisi ini sangat bagus untuk dibaca di didengar, dan sangat menarik karena menceritakan tentang kehidupan yg sedang kita alami,makna kehidupan yang sebenarnya itu apa,mau jadi apa dan untuk apa,setelah saya membaca puisi ini membuat saya tersadar,dan merenungi kembali tentang hidup saya dan apa yang sudah saya gapai.Untuk yang menciptakan puisi ini saya pribadi megucapkan terimakasi atas karyanya yang luar biasa menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.