Hidup dengan Waras

Oleh: Martalia A.

Deru ombak terdengar merdu
Saling saut-menyaut menemaniku yang bersimpuh menatap langit
Awan menari-nari di atas sana, tersenyum padaku yang senantiasa membalasnya
Kemarin aku menulis kiat-kiat hidup dalam kewarasan
Di tengah berita perjumpaan manusia dengan kematian silih bergantian
Hidup untuk hari ini, bertahan demi besok
Tidak mudah menjadi tegar di tengah kebisingan jalan dan semarak manusia yang saling bersahutan. Berisik sekali
Di sana orang bergurau, di sana orang menangis mengharu biru, di sana orang terdiam dengan tatapan kosong

Aku?
Aku di sini, bersimpuh pada kedamaian
Kakiku kutekuk membelakangi pasir, enggan dia untuk julur
Dadaku membusung ke depan, menuju lautan yang luas dan mengebas
Kuhirup aroma air, mengembuskan napas yang kutahan dalam-dalam
Syukurlah, aku masih kuat bernapas
Aku masih bisa mencium aroma garam
Aku masih bisa merasakan kasarnya pasir dan kerikil pantai

Di sana, di antara dunia dan tempat yang tinggi, orang berusaha kuat melawan rintangan
Rintangan yang menjadi duka semua manusia hari ini
Apa kabar burung di langit? Sudahkah menjalankan tugasmu hari ini?
Tentang apa yang menjadi berita utama surat kabarmu hari ini?
Kerelaan, jawabnya
Benar. Banyak orang sedang menguatkan hati akan kerelaan hari ini

Aku?
Aku masih kuat untuk berbagi empati pada mereka yang dilanda haru
Karena sebaik-baiknya laku, adalah dengan mendoakan yang terbaik untuk semuanya
Semoga akan datang hari yang lebih baik dan lebih baik dari hari ini
Hari yang kita jumpai ini akan berlalu
Ombak akan menggulung membawa kesedihan ini ke lautan
Pergi bersama sebongkah kerinduan
Kenangan tentang masa sulit yang pernah kita lalui bersama
Dalam kiat yang kutulis kemarin, salah satunya adalah soal mimpi
Bahkan di antara gugurnya daun-daun hijau di sekitar kita, kita masih boleh bermimpi

Aku?
Aku ingin menjadi harapan. Harapan bagi mereka yang bahkan sudah lelah untuk berharap
Aku ingin menjadi udara. Bagi mereka yang sudah terengah-engah untuk menghirup
Aku ingin menjadi terik. Bagi mereka yang menggigil di antara angin
Aku ingin merangkulmu, yang sendirian menghadapi ribuan kehilangan
Aku ingin menjadi hari esok. Yang cerah, indah, penuh kegembiraan
Deru ombak terdengar merdu
Seperti kataku tadi, mari hidup dengan waras
Mari berdoa yang terbaik untuk hari yang akan berganti

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.