Benang Takdir

Oleh: Martalia A.

 

Apa kamu percaya benang takdir?
Benang yang mengaitkanmu denganku, yang melilit hati kita, yang menautkan keduanya
Dari sekian banyak warna, kau memilih warna merah. Itu keberanian, katamu
Aku tahu betul kenapa kau memilih nya tapi, bagiku itu tidak berarti apa-apa
Bagiku, warna apapun yang kau pilih, tidak akan mengubah pendirianku padamu
Keberanian memaksa kita untuk tetap saling menyapa meski bibir dibungkam untuk bersuara
Keberanian membawamu melangkah padaku, padahal jalanan amat terjal dan penuh batu
Tak apa terluka, dalihmu waktu itu

Awalnya aku bahagia, baik-baik saja dengan segala yang kita miliki
Meski untuk mendapatkannya, kakiku harus terseok-seok bergesekan dengan bumi
Perlahan, benang di tanganku semakin erat dan semakin kuat
Tanganku sakit. Aku bertanya kenapa
Rupanya kau menariknya, kau membuatku terus bertautan denganmu
Sekuat tenaga, ke mana pun arah kau tertawa
Tapi sakit
Benang ini melilit terlalu tajam
Jangan menariknya terlalu kencang tanganku terluka, ujarku
Kau berhenti
Menunduk
Terdiam

Kau menyeka air matamu yang awalnya hanya sebuah sembab
Aku mendekat, kita berdekatan. Kuturut seka tangismu dengan tanganku yang penuh luka
Semakin kuseka, semakin kau tidak berhenti menangis. Tanganku yang terluka turut serta membasuh wajahmu
Semakin kuobati laramu, semakin kuberusaha, semakin tampak nelangsa dirimu
Rasanya, memang aku tidak pantas
Sejak awal harusnya kita tidak pernah bermain benang untuk membalut kedua tangan kita
Aku yang salah mengajakmu pergi ke toko benang, aku yang salah membiarkanmu membelinya untuk kita

Hari ini, mari kita pergi ke toko gunting. Akan kubelikan gunting tertajam yang ada di dunia ini untukmu.
Kau bebas melepas benang kita kapan saja. Benang ini tidak seharusnya melilit kita. Jika kau berjalan jauh ke depan persimpangan sana, akan ada orang lain, yang tanpa harus membelinya akan mengaitkan benangnya padamu. Salahku mencegahmu
Kau melihat etalase, bertanya, kenapa aku harus memilih gunting? Aku tak mau memutusnya
Pilih saja, jawabku. Bukan untuk memutus. Itu hadiah. Konon katanya gunting logam itu mahal harganya
Kau tersenyum senang, seperti mendapatkan cincin pertunangan
Logam apapun tak masalah, tak harus cincin, ujarmu
Aku membatin dengan menahan sakit. Meminta maaf pada ribuan kenangan yang seharusnya tak kugantungkan pada benang kita
Aku menuju kasir, membayarnya
Mana guntingku? Tanyamu
Belum sempat aku menjawab, tanganku segera menyembunyikan benda itu di dalam lenganku. Jangan sampai kau tahu gunting itu ada di sana
Nanti saja. Akan kupoles lebih cantik
Lagi-lagi kau tersenyum senang
Lagi-lagi aku semakin yakin, inilah saat yang tepat

Tepat kau berbalik, tepat kau menunjuk arah matahari, tepat kau berjalan menarik benang kita
Aku yang harusnya berjalan mengikutimu, kini terdiam. Tautan semakin kencang membelenggu
Perih semakin kurasa lagi. Aku tak kuasa mengguntingnya
Tapi aku harus. Aku harus merelakanmu. Sebelum hatiku runtuh perlahan-lahan
Tanganku yang lain mengambil gunting dari lengan diam-diam. Kuhitung dalam hati, mencoba meresapi perpisahan kita
Makin kuhitung, makin tak bisa berhenti
Kapan aku harus memutusnya?
Namun… ketika gunting ini bergerak mendekati sang benang, belum sempat ia menggerus takdir kita, benang itu putus…
Putus
Putus
dan putus….melayang mengikutimu yang berlari mengejar matahari
Bayang-bayangmu gelap. Tubuhmu tak kentara. Hatiku terlalu silau tak mampu melihatmu berlalu. Aku bertanya kenapa, kenapa belum sempat kuputus tapi kau buru-buru pergi
Rupanya, orang di ujung persimpangan itu menyapamu. Benang yang tanpa kau beli itu tampak manis, warnanya putih
Wah, indah sekali. Ungkapmu
Aku meringis, menggenggam kuat-kuat tanganku dengan benang-benang putusnya
Kenapa? Aku bahkan belum mengguntingnya

Orang di ujung persimpangan itu menatapku, mengangkat tangannya, dengan benang yang bertaut denganmu. Ketika kau berlari mengejar matahari, benang itu tak menjeratnya. Dia terus memanjang, tanpa ada ujungnya
Dasar
Ternyata begitu hukum takdir
Tanpa harus kuputus, jika memang bukan jalan kumemilikinya, benang itu memang akan putus ketika semakin ditarik kuat. Benang itu bisa putus kapan saja
Tanpa harus kuberusaha atau berdoa
Benang takdir tak pernah salah menempatkan dirinya di mana
dan memang bukan di tangan kita

Selamat jalan, ujung benangku. Aku tahu kenangan kita masih tergantung rapi di sana, berlekatan dengan lukaku
Yang ketika kau mengangkat tanganmu, kau akan mengingatku sebagai lara di masa lalu
Sedang aku, melihatmu sebagai sakit yang sulit untuk kuobati
Perlukah aku ikut membelikan benang putih itu untukmu, atau hanya di sini meratapi punggungmu pergi
Benang takdir kita tertawa, menertawakan pikiran jahatku
Bodoh. Benang itu tidak dijual. Tidak untuk kalian
Kuberbalik arah, memunggungi takdirmu. Mencari benang-benang baru untukku lekatkan padaku, tapi kenapa belum ada yang seindah benangmu.

17 Comments

  1. Benang kehidupan
    Benang percintaan
    Perjalanan hidup aduh duh duh 😣
    Jadi inget gumihoo

    • Marta

      9 Agustus 2021 at 8:57 am

      Saat ini berada di persimpangan lara, Un.
      Tinggal menunggu waktu terbaik untuk mulai merajut kembali benang lama yang telah kusut 😊

  2. Mau aku bantu carikan benang yang baru, Mar ?
    Siapa tau ada yg cocok πŸ˜€

  3. I can feel the pain!!!
    Semangaat marta, u deserve better more than him!
    Letting go, forgive and moving on 😘

    • Marta

      9 Agustus 2021 at 8:59 am

      So hurt, Ros πŸ’”
      But, i feel better now. Thank you so much for your support, big hug! xoxo πŸ€—

  4. Langsung terlintas yoo nabi dan jae-eon :’)

    Nice ! Keep it up writer-nim!

    • Marta

      9 Agustus 2021 at 8:59 am

      Nabi boro galleo? πŸ˜‚
      Sama-sama nggak jelas ya kaya hubungannya Yoo Nabi x Jae-eon 🀣
      Thanks for the comment, Willy!

  5. Semoga benang baru akan lebih indah dan tidak menyakiti😊

    • Marta

      9 Agustus 2021 at 8:59 am

      β€œLebih indah & tidak menyakitiβ€πŸŒΉ
      Doakan aku segera menyusulmu mendapatkan benang baru, beb

  6. Ikutan galau 😭
    Keep spirit! The new one will come
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    • Marta

      9 Agustus 2021 at 9:00 am

      Bikin baper ya,Ra? ☺️
      Thank you so much for your support my bestie! Hopefully can find a new one, soonπŸ”₯πŸ”₯

  7. Aku tau nih orang dibalik cerita ini ^_^
    Setiap orang dengan lika-likunya, dan setiap orang dengan ke-spesialannya.. Km tau knapa itu terjadi? Karna Allah percaya km bisa ngelewatinnya, and see.. You can do it ☺ ea.. Sok yess banget gw wkwk

  8. Keren, Marta! πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

  9. sakit yaa :((

  10. Benang warna coklat mau ga. Benang gujir, tau kan ? Iya itu benang yg biasa dipake buat sol sepatu, kuat menyatukan, tak peduli umur sepatu yg telah usang, dia hanya tau bila terus bersama langkah kebahagian akan terus tercipta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.